PIKIRAN RAKYAT

Kamis, 01 Oktober 2026

Polres Pasbar di Momentum 1 Oktober: Pancasila, Persatuan dan Pengabdian untuk Negeri

POLRES PASAMAN BARAT | Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 menjadi momentum bagi jajaran Polres Pasaman Barat untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., nilai-nilai Pancasila menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk mengingat kembali pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat tersebut relevan dengan tugas Polri yang setiap hari bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat.

AKBP Agung Tribawanto bersama jajaran Polres Pasaman Barat terus mendorong kehadiran personel di tengah masyarakat. Komunikasi, kepedulian terhadap lingkungan, deteksi dini serta langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Pasaman Barat merupakan daerah dengan keberagaman masyarakat, sehingga semangat persatuan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh elemen warga terus dibutuhkan untuk menghadapi berbagai persoalan secara bersama-sama.

Nilai Pancasila juga tercermin melalui pelayanan kepolisian yang mengedepankan profesionalitas, humanitas dan kepastian hukum. Setiap personel dituntut menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga kehadiran Polri tidak hanya dirasakan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga melalui pelayanan dan pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Di bidang lalu lintas, jajaran Satlantas Polres Pasaman Barat di bawah Kasat Lantas AKP Nanin Aprilia Fitriani turut menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat melalui pengaturan, pengamanan, edukasi dan penegakan hukum lalu lintas. Keselamatan pengguna jalan menjadi bagian penting dari pelayanan kepolisian yang langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat setiap hari.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi. Masyarakat diharapkan semakin bijak menerima informasi, melakukan verifikasi sebelum menyebarkannya serta menghindari tindakan yang dapat memicu kesalahpahaman maupun perpecahan.

Bagi Polres Pasaman Barat, menjaga keamanan merupakan tanggung jawab yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, membangun komunikasi dengan warga, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan meningkatkan sinergitas menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas secara berkelanjutan.

Peringatan 1 Oktober 2026 menjadi refleksi bahwa nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Polisi hadir menjalankan tugas dan pelayanan, sementara masyarakat turut berperan menjaga lingkungan, menaati aturan dan menciptakan suasana kehidupan yang aman serta harmonis.

Dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila, Polres Pasaman Barat meneguhkan komitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Persatuan, gotong royong, kepedulian dan penghormatan terhadap hukum menjadi bagian dari semangat pengabdian jajaran Polres Pasbar dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

HUT ke-81 Sumatera Barat, Reza Chairul Akbar Bawa Pesan Humanis dari Ruang Pengabdian Polantas

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Semangat Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat menjadi momentum bagi Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan kepada masyarakat melalui terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Pesan tersebut disampaikan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai bagaimana pembangunan daerah terus bergerak dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks lalu lintas, mobilitas yang aman merupakan salah satu unsur penting yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik dan kehidupan sosial masyarakat.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq menempatkan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran personel lalu lintas di jalan bukan hanya berkaitan dengan pengaturan kendaraan, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap setiap pengguna jalan.

Momentum Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 juga membawa pesan “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”. Semangat tersebut memiliki makna bahwa kemajuan daerah membutuhkan dukungan berbagai sektor, termasuk sistem transportasi yang aman, tertib dan mampu mendukung pergerakan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pengemudi kendaraan pribadi, angkutan umum, pengendara sepeda motor, pejalan kaki hingga pelaku aktivitas ekonomi memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ruang lalu lintas yang aman.

Karena itu, pendekatan kepolisian lalu lintas tidak semata-mata bertumpu pada penegakan hukum. Edukasi, pencegahan, pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran berlalu lintas. Pola tersebut sejalan dengan upaya Ditlantas Polda Sumbar memperkuat budaya keselamatan di tengah masyarakat.

Reza Chairul Akbar dalam berbagai kegiatan kepolisian lalu lintas juga menekankan pentingnya kehadiran personel yang profesional sekaligus humanis. Sikap anggota ketika berhadapan dengan masyarakat menjadi bagian dari wajah pelayanan Polri yang dirasakan langsung oleh pengguna jalan.

Penguatan budaya tertib berlalu lintas membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kepatuhan terhadap rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, pengendalian kecepatan serta penghormatan terhadap pengguna jalan lainnya merupakan perilaku sederhana yang memiliki dampak besar terhadap keselamatan bersama.

Ditlantas Polda Sumbar juga terus mendorong edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda. Program Police Goes to Campus, misalnya, menjadi salah satu bentuk pendekatan edukatif untuk menanamkan kesadaran hukum dan keselamatan berlalu lintas sejak lingkungan pendidikan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi turut menjadi bagian dari transformasi pelayanan lalu lintas. Penguatan sistem penegakan hukum berbasis elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) diarahkan untuk mendukung proses penegakan hukum yang lebih terukur dan sesuai ketentuan.

Bagi masyarakat, transformasi tersebut diharapkan tidak sekadar dipahami sebagai perubahan cara penindakan. Lebih jauh, teknologi harus mampu mendorong perubahan perilaku sehingga masyarakat memahami bahwa keselamatan dan kepatuhan merupakan kebutuhan bersama.

Kehadiran personel Ditlantas di lapangan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga situasi lalu lintas. Ketika kepadatan meningkat, petugas harus mampu melakukan pengaturan secara cepat dan tepat agar arus kendaraan tetap berjalan serta potensi gangguan keselamatan dapat diminimalkan.

Pengalaman Ditlantas Polda Sumbar dalam melaksanakan kegiatan pelayanan menunjukkan bahwa pengaturan lalu lintas dapat berjalan beriringan dengan pendekatan sosial. Dalam kegiatan JELBUSA, misalnya, personel tidak hanya melakukan pengaturan lalu lintas, tetapi juga menghadirkan aksi sosial kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.

Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro turut menjadi bagian dari penguatan internal organisasi. Kedisiplinan personel, kesiapan menghadapi dinamika lalu lintas serta konsistensi memberikan pelayanan menjadi unsur yang terus ditekankan dalam pelaksanaan tugas.

Apel dan pengarahan pimpinan menjadi salah satu sarana untuk menyamakan persepsi jajaran. Setiap personel diingatkan bahwa tugas lalu lintas bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehingga dibutuhkan ketelitian, tanggung jawab dan sikap profesional dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pada momentum Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat, pesan tersebut memperoleh konteks yang lebih luas. Daerah yang terus berkembang membutuhkan mobilitas masyarakat yang semakin aman dan tertib, terutama ketika aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan dan pariwisata terus bergerak.

Keselamatan lalu lintas dengan demikian bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Pemerintah daerah, pengelola jalan, dunia pendidikan, komunitas, pelaku usaha dan masyarakat pengguna jalan memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem transportasi yang berkeselamatan.

Dirlantas Polda Sumbar Reza Chairul Akbar juga menempatkan komunikasi publik sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan. Imbauan keselamatan harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, sementara penegakan hukum tetap dilaksanakan secara profesional dan sesuai aturan.

Semangat “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” akhirnya tidak berhenti pada slogan peringatan. Di jalan raya, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana: mematuhi aturan, menghargai pengguna jalan lain, tidak mengemudi secara berbahaya dan selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

Memasuki usia ke-81, Sumatera Barat terus bergerak dengan seluruh potensi masyarakatnya. Dari ruang pengabdian lalu lintas, Ditlantas Polda Sumbar meneguhkan pesan bahwa pertumbuhan daerah perlu berjalan bersama ketertiban, keselamatan dan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

Melalui momentum tersebut, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq bersama Wadirlantas AKBP Yudho Huntoro menyampaikan semangat pengabdian untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat. Polri untuk masyarakat, dengan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan, aktivitas dan masa depan masyarakat di Ranah Minang.

Katim RMO Group | Wyndoee

Rabu, 30 September 2026

Kodaeral X Perkuat Sinergi TNI, Bersih-Bersih Danau Sentani dan Pasar Lama Sentani dalam Karya Bakti "TNI Peduli Sampah"

Kodaeral X Perkuat Sinergi TNI, Bersih-Bersih Danau Sentani dan Pasar Lama Sentani dalam Karya Bakti "TNI Peduli Sampah"

Jayapura – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X turut ambil bagian dalam Karya Bakti bertema "TNI Peduli Sampah" untuk memperingati HUT Ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, yaitu Dermaga Yahim Danau Sentani dan lingkungan Pasar Lama Sentani, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan dipimpin Pasiter Korem 172, Mayor Inf Edy Ponco Wibowo, dan diikuti sekitar 100 personel gabungan. Bersama personel Kodaeral X, hadir pula prajurit dari Korem 172, Denzipur 10 Kyd, Yonif TP/810, Yon TP 815, Yonif 12 Marinir, Lanud Silas Papare, dan Yon Parako 481 Pasgat.

Dari jajaran TNI AL, Letda Laut (KH) Ferdi Hariyanto (Paur Dalprogar Sathantai) turut hadir bersama Letda Pas Franika (Dankima Yon Parako 481 Pasgat). Hadir pula Letda Samy G. A (WS Dankiban Yon TP 815) dan Letda Kal Supardiyono (Kasubsi Kaporbama Lanud Silas Papare).

Lokasi 1: Dermaga Yahim, Danau Sentani

Seluruh personel melaksanakan apel kelengkapan di Penjagaan Yonif 12 Marinir pukul 05.50 WIT, lalu bergeser dan tiba di Dermaga Yahim pukul 07.50 WIT. Usai apel dan pembagian sektor pembersihan, pekerjaan dimulai pukul 08.30 WIT. Para prajurit, termasuk personel Kodaeral X, bahu-membahu membersihkan area dermaga dan perairan. Pada pukul 09.45 WIT, sampah eceng gondok dipindahkan dari kapal konveyor ke truk sampah.

Lokasi 2: Lingkungan Pasar Lama Sentani

Selain di Danau Sentani, kegiatan juga digelar di lingkungan Pasar Lama Sentani. Personel membersihkan area pasar dari sampah demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di sana.

Kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar. Dari pembersihan di Danau Sentani, terkumpul sampah eceng gondok dan plastik sebanyak kurang lebih empat truk.

Melalui kegiatan ini, Kodaeral X bersama satuan TNI lainnya menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat Sentani, sekaligus mempererat kerukunan dan sinergitas antarsatuan TNI di wilayah Jayapura.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dan AKBP Yudho Huntoro: Bersama Pancasila Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai persatuan, kebersamaan dan semangat kebangsaan. Pesan tersebut tergambar dalam ucapan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026.

Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum seremonial yang hadir setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan tersebut menjadi ruang untuk kembali mengingat perjalanan bangsa sekaligus memperkuat kesadaran bahwa Pancasila memiliki posisi penting sebagai dasar negara dan pemersatu kehidupan kebangsaan.

Dalam pesan yang ditampilkan Dirlantas Polda Sumbar dan Wadirlantas Polda Sumbar, terdapat satu kalimat utama yang menjadi benang merah peringatan tersebut, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Kalimat tersebut membawa pesan bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang beragam. Indonesia dibangun dari berbagai latar belakang, daerah, budaya dan karakter masyarakat yang berbeda dalam satu ikatan kebangsaan.

Bagi jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, semangat persatuan juga memiliki keterkaitan erat dengan tugas pelayanan kepada masyarakat. Lalu lintas mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam ruang publik yang sama sehingga membutuhkan kesadaran, kedisiplinan dan sikap saling menghormati.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menempatkan nilai kebangsaan tersebut sebagai bagian dari semangat pengabdian kepolisian. Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berbicara mengenai penegakan aturan, tetapi juga bagaimana kehadiran polisi mampu memberikan rasa aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, AKBP Yudho Huntoro sebagai Wadirlantas Polda Sumbar turut tampil dalam pesan peringatan tersebut. Kehadiran keduanya menjadi representasi jajaran Ditlantas Polda Sumbar dalam menyampaikan pesan kebangsaan pada momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026.

Pancasila memiliki lima sila yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah serta keadilan sosial tidak berhenti sebagai rumusan, tetapi diharapkan tercermin dalam perilaku masyarakat sehari-hari.

Dalam konteks pelayanan publik, nilai kemanusiaan dapat diwujudkan melalui pelayanan yang menghormati masyarakat. Setiap pengguna jalan memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dan perlindungan sesuai ketentuan, tanpa membedakan latar belakang sosial maupun statusnya.

Nilai persatuan juga menjadi penting di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Perbedaan pendapat maupun karakter tidak semestinya menjadi alasan untuk menghilangkan semangat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.

Ditlantas Polda Sumbar memiliki ruang pengabdian yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat setiap hari. Personel lalu lintas berada di jalan raya, persimpangan, pusat aktivitas masyarakat hingga berbagai lokasi pelayanan yang menjadi bagian dari kehidupan publik.

Karena itu, disiplin berlalu lintas juga dapat dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial. Mematuhi aturan, menghormati pengguna jalan lain dan menjaga keselamatan bersama merupakan bentuk sederhana dari kepedulian terhadap sesama.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya membutuhkan kemajuan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga membutuhkan karakter masyarakat yang menjunjung kebersamaan serta menghormati aturan.

Di tengah perkembangan teknologi informasi, pesan persatuan juga semakin relevan. Informasi dapat bergerak sangat cepat, sementara perbedaan pendapat dapat muncul dalam hitungan detik. Kondisi tersebut membutuhkan kedewasaan masyarakat agar ruang publik tetap digunakan secara bertanggung jawab.

Bagi kepolisian, menjaga ketertiban masyarakat merupakan bagian dari tugas yang berjalan beriringan dengan pelayanan. Dalam menjalankan tugas tersebut, komunikasi yang humanis menjadi salah satu bagian penting untuk membangun hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat.

Pesan Hari Kesaktian Pancasila yang disampaikan Dirlantas Polda Sumbar dan Wadirlantas Polda Sumbar sekaligus mengingatkan bahwa pengabdian harus memiliki orientasi kepada kepentingan masyarakat. Polisi hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga melalui pelayanan dan upaya menciptakan ketertiban dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan 1 Oktober 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebangsaan tersebut. Persatuan menjadi fondasi penting agar perbedaan dapat dikelola sebagai kekuatan, bukan menjadi sumber perpecahan.

Dari Sumatera Barat, pesan tersebut menjadi bagian dari semangat menjaga Indonesia tetap berdiri dalam keberagaman. Nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana: saling menghormati, menaati aturan, membantu sesama dan mengutamakan kepentingan bersama.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq bersama AKBP Yudho Huntoro melalui momentum tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan.

Pada akhirnya, Pancasila tidak hanya dikenang melalui upacara dan simbol, tetapi perlu dihidupkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan masyarakat. Semangat itu pula yang menjadi bagian dari pengabdian jajaran Ditlantas Polda Sumbar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi momentum untuk kembali menguatkan pesan bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman yang dipersatukan oleh nilai kebangsaan. Dari jalan raya hingga ruang pelayanan publik, semangat persatuan tersebut diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari pengabdian Polri untuk masyarakat.

Polri untuk masyarakat.

TIM RMO

Ketika “Canda” Berujung Luka, Satreskrim Polres Pasaman Barat Turun, Kapolres AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Sikap

POLRES PASAMAN BARAT | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terus memperkuat langkah pencegahan terhadap bullying dan kekerasan yang menyasar anak-anak. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi sekaligus pelatihan kepada lingkungan sekolah di SD Islam Terpadu Cahaya Makkah, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa, 29 September 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan Kanit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita itu diarahkan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada lingkungan pendidikan mengenai berbagai bentuk bullying, kekerasan terhadap anak, serta langkah yang dapat dilakukan apabila muncul ancaman maupun tindakan kekerasan.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K. menyampaikan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan terhadap kekerasan anak, terutama karena anak membutuhkan perlindungan dari lingkungan terdekatnya.

Menurut Kasat Reskrim, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah sebuah perkara terjadi. Kesadaran mengenai bentuk-bentuk kekerasan, keberanian melapor, serta kemampuan mengenali tanda-tanda terjadinya bullying perlu dibangun sejak anak berada di lingkungan pendidikan.

Dalam sosialisasi tersebut, Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat memberikan pemaparan mengenai perkara kekerasan terhadap anak di bawah umur sekaligus menjelaskan sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya bullying di kalangan pelajar.
Materi juga diarahkan untuk membuka pemahaman bahwa bullying bukan sekadar persoalan candaan antarsiswa. Tindakan yang dilakukan berulang dan menimbulkan tekanan atau dampak terhadap anak perlu mendapat perhatian serius dari lingkungan sekolah maupun keluarga.

Selain membahas pencegahan bullying, personel Unit PPA turut memberikan penjelasan mengenai tata cara melaporkan apabila terjadi ancaman kekerasan seksual terhadap anak. Pemahaman tersebut diharapkan membuat pihak sekolah mengetahui langkah yang harus ditempuh ketika menemukan atau menerima informasi mengenai dugaan kekerasan.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Guru, orang tua dan lingkungan pendidikan memiliki posisi penting dalam melakukan pengawasan sekaligus memberikan bimbingan kepada anak, baik ketika berada di sekolah maupun setelah kembali ke rumah.

Peran majelis guru juga menjadi perhatian dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Pengawasan diperlukan untuk mencegah terjadinya tindakan bullying, baik yang dilakukan antarsiswa maupun kemungkinan kekerasan dalam relasi antara pengajar dan siswa.

Di sisi lain, keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mata rantai perlindungan anak. Komunikasi antara orang tua dan anak dapat membantu membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang dialaminya, termasuk ketika menghadapi tekanan, ancaman atau tindakan yang membuatnya merasa tidak aman.

Langkah edukatif yang dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat tersebut mendapat respons positif dari pihak SD Islam Terpadu Cahaya Makkah. Kegiatan dihadiri Ketua Yayasan beserta jajaran, Ketua Unit TK, SD dan SMP, para ustaz dan ustazah serta majelis guru Cahaya Makkah.

Melalui kegiatan tersebut, Satreskrim Polres Pasaman Barat menegaskan pentingnya membangun kepedulian bersama terhadap keselamatan anak. Pencegahan bullying dan kekerasan bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan kepedulian sekolah, keluarga dan seluruh lingkungan masyarakat agar anak dapat tumbuh serta belajar dalam suasana yang aman.

TIM RMO

Selasa, 29 September 2026

Prajurit Kodaeral IX Raih Juara II Open Turnamen Domino 101 ORADO Maluku 2026

Prajurit Kodaeral IX Raih Juara II Open Turnamen Domino 101 ORADO Maluku 2026

TNI AL-Kodaeral IX, Ambon (28/9/2026). Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX. Tim Mental Sah yang diperkuat dua prajurit Kodaeral IX berhasil meraih Juara II Open Turnamen Domino 101 ORADO Maluku dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, hingga Senin dini hari (28/9/2026).

Dua prajurit Kodaeral IX yang tergabung dalam tim tersebut yakni Praka Marinir Dikiyanto dan Praka Marinir Muhammad Fadillah. Keduanya bersama pasangan dalam tim Mental Sah mampu menunjukkan permainan yang solid dan konsisten hingga menembus partai akhir turnamen yang berlangsung kompetitif.

Pada babak akhir, Mental Sah harus puas menempati posisi runner-up. Juara I diraih tim Kartika Eka Paksi 38, sedangkan Juara III diraih tim Coffee Club dan Juara IV ditempati tim Kartika Eka Paksi 01.
Open Turnamen Domino 101 ORADO Maluku 2026 diikuti 256 tim dengan total 542 peserta.

Ajang tersebut mempertemukan peserta dari berbagai kalangan, baik prajurit TNI-Polri maupun masyarakat umum, sehingga tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan mempererat kebersamaan antarkomponen masyarakat di Maluku.

Keberhasilan prajurit Kodaeral IX dalam ajang tersebut mendapat apresiasi dari Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan semangat juang, kekompakan, dan sportivitas prajurit dalam mengikuti kompetisi di tengah masyarakat.

“Prestasi ini menjadi bukti semangat juang, kekompakan, serta sportivitas prajurit Kodaeral IX dalam berkompetisi. Keikutsertaan dalam kegiatan seperti ini juga menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara prajurit TNI AL dengan berbagai elemen masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dankodaeral IX berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit Kodaeral IX untuk terus mengembangkan potensi diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik satuan dalam setiap kegiatan dan kompetisi yang diikuti.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa prajurit Kodaeral IX tidak hanya dituntut memiliki kesiapan dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas kedinasan, tetapi juga mampu membangun komunikasi sosial serta kebersamaan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif. (@Dispen Kodaeral IX).

Minggu, 27 September 2026

Padang Pariaman Sabet Dua Penghargaan Digitalisasi Keuangan Daerah di ETPD Partnership Gathering 2026

Padang Pariaman Sabet Dua Penghargaan Digitalisasi Keuangan Daerah di ETPD Partnership Gathering 2026

PADANG PARIAMAN, LIPUTAN7.ID — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam transformasi digital pengelolaan keuangan daerah. Pada acara ETPD Partnership Gathering 2026 yang diselenggarakan Bank Nagari di Hotel Mercure Padang, Jumat malam (25/9/2026), Padang Pariaman berhasil meraih dua penghargaan sekaligus atas kinerja dan komitmennya mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Dua penghargaan yang diterima yaitu Terbaik 1 Kabupaten Teraktif dalam Pengembangan Digitalisasi Daerah Tahun 2026 dan Terbaik 2 Optimalisasi Dana Pemerintah Daerah pada CASA Bank Nagari Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dan diterima langsung oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Padang Pariaman, M. Fadhly, di Ballroom Hotel Mercure Padang.

ETPD Partnership Gathering 2026 menjadi forum strategis yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Bank Indonesia, dunia perbankan, serta para pemangku kepentingan dalam mempercepat elektronifikasi transaksi dan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Deputi Bank Indonesia, Direktur Utama Bank Nagari, OJK, jajaran Kepala Cabang Bank Nagari se-Indonesia, Direktur IPDN Sumatera Barat, serta para Sekretaris Daerah se-Sumatera Barat.

Dalam paparannya sebagai pembicara utama, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Agus Fatoni, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk sektor pajak dan retribusi. Penguatan fiskal serta digitalisasi, ujarnya, memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam ekosistem tersebut, Bank Indonesia berperan mendorong pengembangan transaksi digital, sementara Bank Nagari menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyediakan kanal pembayaran serta mendukung implementasi sistem digital yang terintegrasi.

Bupati Padang Pariaman menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih BPKD beserta seluruh jajaran yang terus melakukan pembenahan dan inovasi di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Selamat atas upaya BPKD Padang Pariaman bersama tim yang terus melakukan perbaikan di tengah keterbatasan fiskal. Saya berterima kasih atas kerja keras membangun digitalisasi. Ini program unggulan kita dan harus terus ditingkatkan,” ujar Bupati.

Penghargaan tersebut, menurut Bupati, menjadi bukti nyata bahwa langkah pemerintah daerah membangun sistem keuangan digital mulai membuahkan hasil.

Bagi Padang Pariaman, digitalisasi bukan sekadar soal teknologi pembayaran, melainkan bagian dari upaya menyempurnakan tata kelola pemerintahan, meningkatkan efisiensi, memperkuat transparansi, serta memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala BPKD Padang Pariaman, M. Fadhly, menjelaskan capaian ini merupakan bagian dari proses panjang transformasi transaksi pemerintah daerah dari sistem tunai menuju non-tunai, berkembang menjadi pembayaran digital yang terintegrasi.

“Sejak Januari 2026, kami terus mengembangkan inovasi layanan tanpa tatap muka. Digitalisasi adalah solusi yang tepat, dan BPKD menyiapkan kanal pembayaran digital yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Berbagai inovasi telah dihadirkan, antara lain PARIS VAN QRIS, e-PAD, LAMAN BPKD, PAMER, SIMOLI, hingga GASPOL PBB. Pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pemanfaatan QRIS dan Virtual Account terus diperluas; saat ini sekitar 600 kolektor PBB telah menggunakan pembayaran melalui QRIS. Hal ini menunjukkan digitalisasi telah menyentuh langsung pelayanan di lapangan.

Sementara melalui e-PAD, BPKD mengembangkan digitalisasi yang tidak hanya mencakup pembayaran, melainkan pengelolaan data pendapatan, pencatatan, hingga pemantauan. Sistem ini diarahkan untuk membangun pengelolaan pendapatan daerah yang lebih terukur, akuntabel, dan terintegrasi.

M. Fadhly menegaskan dua penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan apresiasi atas proses transformasi yang masih terus diperbaiki. “Masih ada sistem yang harus disempurnakan, layanan yang harus disederhanakan, dan masyarakat yang harus terus kita dekatkan dengan akses digital,” ungkapnya.

Ia menambahkan ukuran keberhasilan digitalisasi bukan semata-mata banyaknya aplikasi atau kanal pembayaran. “Ukurannya adalah ketika teknologi benar-benar membuat pemerintah bekerja lebih baik dan masyarakat merasakan layanan yang lebih mudah,” tegas M. Fadhly.

Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk terus memperluas ekosistem transaksi digital, meningkatkan kualitas data, serta menghadirkan tata kelola keuangan daerah yang semakin efektif, transparan, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.(*)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi